oleh

238 WNI dari Wuhan Tiba di Indonesia Langsung Dikarantina

KEPRI, BERITA INDONESIA – Pesawat Batik Air pembawa 238 WNI yang dievakuasi dari Wuhan, China telah tiba di Tanah Air mendarat tepat pukul 08.30 WIB mendarat dengan aman di Bandar Udara Internasional Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, Minggu (2/2/2020).

Setelah ke 238 WNI tersebut turun dari pesawat Batik Air, mereka langsung diarahkan masuk ke pesawat milik TNI AU yang sudah siaga persis di samping Batik Air. Mereka mulai turun pesawat sekitar pukul 9.23 WIB. Sejumlah petugas yang dilengkapi dengan pakaian pengamanan memindahkan mereka satu per satu, dengan jarak yang relatif lama.

238 WNI itu diangkut dalam tiga pesawat milik TNI dengan Hercules A-1315 dan dua pesawat Boeing AL-7304 dan A 7306 untuk diterbangkan ke Pangkalan Udara (Lanud) TNI Raden Sadjad Ranai, Kepulauan Riau. Mereka akan dikarantina selama dua pekan untuk memastikan tidak ada virus corona.

Dua pesawat milik TNI AU jenis Boeing 737 sudah tiba lebih dul mendarat Lanud TNI Raden Sadjad Ranai, Kepulauan Riau.pukul 11.22 WIB dan 11.05 WIB. Gelombang berikutnya menggunakan menggunakan Pesawat Hercules.

Setelah itu ke 238 WNI dari Wuhan itu akan diobservasi di hanggar Lanud Raden Sadjad Ranai direncanakan selama 14 hari. Di dalam hanggar sudah didirikan tenda dan peralatan medis.Sedangkan untuk kru pesawat yang bertugas dalam pemulangan WNI ini juga akan diobservasi selama 2 atau 3 hari.

Tak jauh dari bandara ratusan massa yang berunjuk rasa dengan kedatangan WNI dari Wuhan ini, terlihat bentrok dengan aparat TNI. Mereka khawatir virus corona yang mematikan ini dapat menjangkiti warga Kepulauan Riau.

Sehari sebelumnya massa yang melakukan demonstrasi di Kantor DPRD Natuna sempat dijumpai oleh Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, Sabtu (1/2/2020). Terawan meminta warga untuk tidak khawatir. Ia memastikan ratusan WNI dari Wuhan yang akan dievakuasi ke Natuna tersebut tidak terinfeksi corona.

Terlihat pesawat Hercules A-1315 dan pesawat Boeing AL-7304 dan A 7306 yang akan membawa 238 WNI dari Bandar Udara Internasional Hang Nadim untuk diterbangkan ke Pangkalan Udara (Lanud) TNI Raden Sadjad Ranai, Kepulauan Riau, Minggu (2/2/2020).

“Mereka itu sehat semua, Bapak-bapak Ibu-ibu jangan khawatir, mereka tidak terinfeksi penyakit corona, kami pun tidak sembarang berani menjemput dan menyambut mereka kalau memang mereka terinveksi,” ujar Menkes dihadapan massa.

Pihak Istana Kepresidenan melalui Juru Bicara Presiden Joko Widodo (Jokowi) Fadjroel Rachman memastikan semua Warga Negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, China dalam kondisi sehat. Mereka dipulangkan dalam evakuasi kemanusiaan dan dipastikan semuanya dinyatakan sehat melalui prosedur kesehatan sesuai standar WHO.

“Jumlah final yang boarding dari Bandara Wuhan, 238 orang dari Provinsi Hubei dan 5 tim aju KBRI,  rencananya terdapat 245 WNI yang akan dijemput, namun 7 WNI lainnya tidak ikut kembali ke Indonesia” ungkap Fadjroel, Minggu (2/2/2020).

Fadjroel tidak membeberkan alasan 7 WNI lainnya yang tidak ikut kembali ke Indonesia. Menurutnya, hal itu akan diungkapkan oleh pihak Kementerian Luar Negeri, Tim Kemlu dan KBRI yang akan memberi keterangan.

Sementara itu, Kepala Dinas Operasi (Kadisops) Lanud Hang Nadim Batam Mayor Wardoyo mengatakan, pihaknya mempersiapkan tiga pesawat tersebut atas perintah Presiden Joko Widodo dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Rencananya,  WNI tersebut tiba di Hang Nadim akan langsung dilakukan pemeriksaan di dalam pesawat. “Jadi mereka tidak turun lagi ke bandara, dari pesawat ke pesawat dan langsung diterbangkan ke Natuna,” kata Wardoyo.

Sebelumnya Panglima TNI menjelaskan, Natuna terpilih sebagai tempat isolasi karena jauh dari pemukiman penduduk. “Kita memiliki tempat isolasi yang jauh dari penduduk dan yang terpilih adalah Natuna,” kata Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, di saat melepas tim evakuasi di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, Sabtu (1/2/2020). Selain itu, Natuna juga dipilih karena merupakan pangkalan militer yang memiliki fasilitas rumah sakit yang dikelola tiga matra TNI. Natuna juga memiliki landasan pacu pesawat yang berdekatan dengan lokasi isolasi.

Perkembangan terakhir Jumlah korban terinfeksi virus corona terus bertambah. Hingga Sabtu (1/1/2020), dilaporkan ada 11.374 kasus virus corona yang telah terkonfirmasi di seluruh dunia. Sebanyak 259 orang dilaporkan telah meninggal dunia.

WHO juga telah mengumumkan status virus corona ini sebagai Darurat Kesehatan Global. Sebanyak 25 negara telah mengonfirmasi temuan kasus virus corona, sebagian negara di Asia Tenggara juga telah termasuk ke dalam 25 negara yang telah terkonfirmasi virus corona.***

 

 

 

Editor  : Irawan

Breaking News