oleh

Akibat Pandemi Covid-19, Anies : Penduduk Miskin Dapat Bantuan Rp 1 Juta per Bulan

-Berita, Nasional-124 views

JAKARTA. BERITA INDONESIA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengungkapkan, warga miskin dan rawan miskin di Jakarta yang perekonomiannya terdampak akibat pandemi virus Corona (Covid-19) akan mendapat bantuan senilai Rp 1 juta rupiah per keluarga.

 

Hal ini terungkap dalam rapat virtual Anies bersama Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Kamis, 2 April 2020.

 

Anies berharap agar program bantuan yang tadi dibahas bersama dalam rapat terbatas segera dieksekusi, agar 3,7 warga DKI Jakarta yang dalam posisi miskin dan rentan miskin segera mendapat bantuan sosial sebagai salah satu langkah penanganan pandemi corona atau Covid-19.

 

“Kita mengharapkan аgаr program bаntuаn yang tаdі dіbаhаѕ bеrѕаmа dаlаm rараt tеrbаtаѕ, іtu bisa segera dіеkѕеkuѕі. Dаlаm саtаtаn kita раk wapres, аdа 3,7 juta orang уаng dаlаm posisi mіѕkіn dаn rеntаn mіѕkіn. Mereka tеrdаmраk cukup ѕеrіuѕ dаn perlu ada dukungаn untuk bіѕа mеmbіауаі kеhіduраn dі Jаkаrtа,” ujarnya. 

Anies menjelaskan lebih lanjut bahwa pihak Pemprov DKI Jakarta telah mendiskusikan hal ini bersama pemerintah pusat terutama Kementerian Sosial. Bahwa 3,7 juta keluarga ini akan diberikan bantuan sejumlah Rp 1 juta rupiah per bulan, selama dua bulan ke depan.

Namun demikian, Anies menyebut progres terkini ada pada pendataan keluarga rawan miskin yang anggaran bantuannya sebagian ikut ditanggung pemerintah pusat.

“Kita perlu waktu untuk mengidentifikasi kelompok rentan miskin. Kalau masyarakat miskin di Jakarta itu jumlahnya ada 1,1 juta, mereka sudah teridentifikasi by name, by adress di Jakarta ini karena mereka selama ini dapat bantuan dari kita,” jelas Anies.

Dalam proses pendataan, Anies mengerahkan unsur masyarakat seperti PKK dan Dasa Wisma, terutama kawasan RT/RW padat penduduk lewat program Jakarta Satu. Anies pun menjanjikan target kepada Ma’ruf, bahwa pendataan ini rampung sekitar 10 hari ke depan.

“Mereka ini misalnya pengemudi ojek atau pedagang bakso, pedagang pedagang kaki lima. Mereka selama ini memiliki pendapatan. Tapi begitu ekonomi mengalami kontraksi, mereka langsung kehilangan pendapatan. Nah, inilah yang saat ini sedang dikumpulkan datanya,” tambah Anies.

Anies mengungkapkan bahwa pembicaraan terakhirnya bersama kementerian terkait, menyepakati bahwa pemerintah pusat akan ikut menangani anggaran bantuan sebesar Rp 880.000 per warga rawan miskin yang belum masuk ke data Pemprov DKI Jakarta, atau sekitar 2,6 juta keluarga.

Artinya, pemerintah pusat akan ikut menggelontorkan dana sebesar Rp 4,567 triliun selama dua bulan dari total jumlah beban pemerintah pusat dan Pemprov DKI Jakarta, yakni mencapai Rp 7,4 triliun untuk 3,7 juta keluarga.

 

“Secara jumlah terselesaikan. Ini juga bersama dengan Menko Kemaritiman. Tetapi yang belum selesai adalah data tentang siapanya (yang mendapat bantuan). Jadi angkanya sudah disepakati, kemudian besarannya juga sudah, tapi datanya itu yang kita masih dalam proses,” ungkap Anies.***

Breaking News