oleh

Bentrok TNI-Polri di Tapanuli Utara, Kantor Mapolsek Pahae Jae Dirusak

-Berita-298 views

TAPUT, BERITA INDONESIA – Bentrok kembali terjadi antara oknum TNI dan Personil Mapolsek Pahae Jae. Bentrok terjadi  di Jalan Lintas Sumatera titik Tarutung-Sipirok, Silangkitang, Kecamatan Pahae Jae, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Kamis (27/2/2020) siang.

Akibat bentrokan ini, enam personel polisi dan satu warga sipil mengalami luka-luka dan Mapolsek Pahae Jae rusak.

Dari informasi yang diperoleh, bentrokan ini terjadi saat sejumlah personil dari Polsek Pahae Julu yang dipimpin langsung Kapolsek AKP Ramot Soala Gogo Nababan sedang mengatur arus lalu lintas yang macet yang disebabkan adanya kecelakaan tunggal sebuah truk Fuso nopol. BB 9119 FA.

Untuk mengatasi truk Fuso yang terbalik Polisi menelepon Crane untuk mengevakuasi badan truk yang berada ditengah jalan. Selama proses evakuasi tersebut, polisi dibantu oleh masyarakat dengan memberlakukan sistem buka tutup jalan, karena kondisi jalan hanya bisa dilalui setengah dari badan jalan.

Saat polisi dan masyarakat masih sibuk mengurai kemacetan, tiba-tiba melintas 1 (satu) unit mobil Avanza warna Hitam mengambil jalur berlawanan, karena aksinya tersebut, AKP Ramot kemudian mendatangi kendaraan tersebut dan menanyakan tujuan dari pengemudi yang belakangan diketahui merupakan oknum personil TNI dari Yonif 123/RJW.

“Bapak mau kemana?,” kata AKP Ramot.

Ternyata tegurannya tersebut memicu kemarahan salah seorang penumpang di dalam kendaraan tersebut. Penumpang berpakaian loreng TNI tersebut langsung turun dan menuding AKP Ramot tidak sopan saat menegur yang dikatakan Danki.

“Kau nggak sopan ngomong, Danki aku itu ya,” katanya. diikuti dengan aksinya mencekik dan menampar perwira Polri tersebut. Danki A Yonif 123/RJW Kapten (Inf) Riduan bertemu dengan Kapolsek Pahae Jae AKP Ramot dan terjadi adu mulut.

Karena masyarakat setempat tahu bahwa Kapolsek Pahae Jae ditampar sehingga masyarakat spontan berteriak “Hei TNI jangan pergi…jangan pergi TNI”.

Kemudian personil Koramil 25/Pahae Jae Serka Ahmad Gozali Lubis dan Serda AH Pulungan berusaha mengamankan Danki A Yonif 123/RJW ke jarak sekitar 200 meter dari lokasi dan menghambat massa agar tidak terjadi pengeroyokan.

Tidak lama kemudian Kapten (Inf) Riduan dan AKP Ramot Soala Gogo Nababan duduk bersama dimediasi oleh Babinsa Koramil 25/Pahae Jae.

Personel Polsek Polsek Pahae Jae dan personil Resor Tapanuli Selatan yang menjadi korban, akibat bentrok antar aparat di Desa Silangkitang, Pahae Jae, Tapanuli Utara, Kamis (27/2/2020).

Sekitar Pukul 13.43 Wib, Pasukan Yonif 123/RJW berjumlah sekitar 30 orang tiba di lokasi kejadian dengan membawa senjata laras panjang dan terjadi pemukulan terhadap 3 Personil Polsek Pahae Jae dan 3 Personil Polri Kabupaten Tapsel yang sedang melintas. Akibatnya, anggota polisi mengalami luka-luka.

Setelah bentrok dijalan, sejumlah orang yang diduga oknum TNI kemudian meninggalkan lokasi dan kembali ke arah Tarutung. Dalam perjalanan, tepatnya di depan Mapolsek Pahae Jae, mereka turun dan merusak Mapolsek Pahae Jae.

Data yang diperoleh akibat aksi ini sejumlah personil Polri mengalami luka-luka diantaranya : 1. AKP. Ramot S. Nababan, SH ( Kapolsek Pahae Jae ), mengalami rasa sakit pada pipi sebelah kiri. 2. Ipda. Bangun Siregar ( Kapos Lantas Polsek Sipirok Polres Tapsel), mengalami luka memar dan bengkak di mata sebelah kanan dan mengeluarkan darah, rasa sakit pada rahang sebelah kanan . 3. Aiptu Velberik Sitompul ( Anggota Sat Lantas Polres Tapsel ), mengalami luka pada pelipis sebelah kanan. 4. Aipda David Marganti Simatupang ( Brigadir Polsek Pahae Jae ) mengalami sakit pada pergelangan kaki sebelah kanan, luka benjolan dibelakang telinga sebelah kanan. 5. Brigadir Dodi B. Sianturi, SH ( Brigadir Sat Sabhara Polres Taput ), mengalami luka gores pada tangan sebelah kiri, luka gores pada punggung sebelah kiri. 6. Edi Susanto, Lk, 30 tahun, wiraswasta, Islam, Tap. Selatan ( supir / pengemudi). 7. Ricardo Loves Sitompul ( Brigadir Polsek Pahae Jae ), mengalami rasa sakit pada bagian perut. Kantor Mapolsek Pahae Jae kaca pecah-pecah dan seluruh perlengkapan kantor hancur hingga isi ruangan.

Akibat perselisihan antara oknum TNI dari Yonif 123 dengan personel Polsek Pahae Julu, langsung dimediasi oleh Danrem 023/KS, keduanya dipertemukan untuk menyelesaikan perselisihan tersebut, Kamis (27/2/2020).

“Kemarin sudah dilaksanakan mediasi awal penyelesaian perselisihan antara anggota Yonif 123 dan personel Polsek Pahae Julu. Kita juga sudah kumpulkan anggota dari 123 untuk dilakukan pemeriksaan dan diarahkan kembali,” kata Danrem 023/KS Kol Inf Tri Saktiyono kepada wartawan, Jumat (28/2/2020).

Kemudian pada Jumat (28/2), “hari ini juga dilakukan pertemuan kembali antara anggota Yonif 123 dan anggota Polsek Pahae Julu bersama Dandim, Danyon, dan Kapolres untuk saling bermaafan dan menjalin kembali hubungan baik”, ujar Danrem,

Beberapa anggota Yonif 123 dan Kodim sudah dikoordinir untuk bersama-sama memperbaiki kantor Mapolsek Pahae Jae yang rusak.

“Selain itu juga, kita sudah rencanakan kegiatan bersama untuk merajut persaudaraan agar persahabatan anggota Yonif 123 dengan Polsek Pahae Jae semakin erat lagi. Karena persahabatan dan sinergisitas dalam melaksanakan tugas harus terjalin dengan baik, dan kita wajib saling mendukung dalam melaksanakan tupoksi kita masing-masing”, harap Danrem.***

Breaking News