oleh

BNN Sergap 6 Sindikat Pemasok 1 Ton Ganja Asal Aceh di Cipayung

JAKARTA, BERITA INDONESIA – Badan Narkotika Nasional (BNN) melakukan penyergapan tempat penyimpanan ganja di sebuah pool truk, samping Warung Mie Pidie Jaya, Jalan Mabes Hankam Rt.013 Rw.03 Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Selasa (18/02/2020) pukuk 11.30 WIB.

Dalam penyergapan itu BNN berhasil menyita sebanyak 1 ton ganja kering dan mengamankan 6 orang terduga pelaku jaringan sindikat pemasok ganja asal Aceh.

Kronologis kejadian yang berhasil dihimpun Berita Indonesia, BNN yang sudah mempunyai target sasaran MA (36) seorang supir truk Jenis Fuso 220PS warna orange Nopol BK8884ND yang baru datang dari Aceh tiba dilokasi parkir pool truk Jalan Mabes Hankam disamping Warung Mie Pidie Jaya.

Sekitar pukul 11.30 WIB disergap oleh 30 anggota BNN menggunakan 6 kendaraan roda 4 yang dipimpin langsung oleh Irjen Pol Arman Depari (Deputi Brantas BNN), saat penyergapan terdengar tembakan peringatan sebanyak tiga kali, agar para pelaku penyelundupan tidak mencoba kabur.

Barang bukti yang dapat disita dari truk tersebut, 500 pak ganja kering atau sekitar 1 Ton. Selanjutnya Barang bukti di pindahkan ke mobil truk colt diesel fuso HD 125 PS Nopol.F8159HF untuk dibawa ke kantor BNN.

Berhasil diamankan BNN, 6 terduga palaku sindikat pemasok ganja asal aceh, JH alias Bokir (59) asal Koja Jakarta Utara, J (55) asal Loksumawe Aceh, K (47) asal Loksumawe Aceh, AR (48) asal Simpang Kramat Aceh Utara, HB (23) asal Aceh Utara dan MA (36) driver truk asal Aceh.

Sekitar pukul.14.42 WIB terduga pelaku dan barang bukti dibawa ke kantor BNN Cawang Jakarta Timur.

Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari dilokasi kejadian mengatakan, “sekitar 500 paket ganja yang didatangkan dari Aceh itu sudah siap diedarkan di wilayah Jawa Barat dan Jakarta, berat bruto kurang lebih 1 ton, berat bersih nanti kita timbang setelah pemeriksaan ulang dan BAP,” ujar Arman.

Ditambahkan Arman, ganja itu disimpan di dalam karung besar dan dilapisi lakban cokelat, pada permukaan lakban cokelat juga dilapisi serbuk merah yang baunya sangat menyengat bertujuan untuk mengelabui petugas dan anjing pelacak.

“Ganja ini dikemas dalam plastik dan dikamuflase dengan lapisan serbuk yang baunya sangat menyengat, untuk menghindari anjing pelacak (K9)”, ungkap Arman.

Menurut Arman, ganja tersebut setelah dari pool akan dikirim ke salah satu gudang, di daerah Kabupaten Bogor. Setelah di gudang, paket akan dijemput oleh pemilik ganja bernama Jhon Hari alias Bokir, untuk nantinya diedarkan.

“Kita amankan enam orang, salah satunya pemilik (ganja) dan pengendali,” tegas Arman.***

Breaking News