oleh

BNPB Tetapkan Corona Bencana Nasional Non Alam

-Berita, Nasional-105 views

JAKARTA, BERITA INDONESIA – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo ditunjuk sebagai ketua tim pelaksana percepatan penanganan Covid-19 di Indonesia, setelah Badan Kesehatan Dunia atau WHO telah menyatakan virus corona Covid-19 sebagai pandemi, Jumat (13/3).

Pemerintah kemudian menetapkan bahwa musibah Covid-19 sebagai bencana non alam. Dengan demikian, Pemerintah pusat dan daerah saling berkontribusi untuk menangani bencana tersebut.

“Sebagaimana yang tercantum dalam Pasal 50 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang penanggulangan bencana, karena virus ini sudah dikategorikan sebagai penyakit global, maka statusnya adalah bencana nasional non alam,” ujar Doni Monardo di Jakarta Timur, Sabtu (14/3/2020).

Dikatakan Doni, gubernur dan bupati/walikota bisa membentuk Gugus Tugas Percepatan penanganan Covid-19 Daerah. Yaitu dengan berdasarkan pertimbangan dan rekomendasi Ketua Pelaksana Gugus Tugas. Tim akan berusaha semaksimal mungkin untuk melindungi warga yang masih sehat, agar tidak tertular penyakit dan untuk menyembuhkan yang sakit.

Nantinya Para kepala daerah juga akan dibantu oleh TNI, Polri dan seluruh unsur pemerintah pusat yang ada di daerah lainnya. Seluruh pihak ikut dilibatkan, termasuk universitas dan IDI serta lembaga riset non pemerintah untuk melakukan penanganan corona tersebut.

“Gubernur dalam pelaksanaan tugasnya akan dibantu oleh Pangdam/Danrem, Kapolda, Kadinkes dan Kepala BPBD serta OPD dan para pihak yang terkait,” kata Doni.

Gugus Tugas ini akan melakukan sejumlah langkah awal dalam penanganan dan pencegahan virus corona. Mereka juga akan mengundang pihak dari luar seperti akademisi untuk ikut membantu.

Aksi nyata yang dilakukan Gugus Tugas adalah memperbanyak tempat pengetesan COVID-19, memperbanyak toolkits untuk tes secara cepat, memperbanyak tenaga medis dengan mengundang dan melibatkan semua pihak termasuk para mahasiswa kedokteran tingkat akhir, dokter-dokter dari IDI, serta relawan medis lainnya.***

Breaking News