oleh

Bojonggede, Cibinong dan Gunungputri, Zona Merah Covid-19 Kabupaten Bogor

-Berita, Daerah-181 views

BOGOR, BERITA INDONESIA – Bupati Bogor, Ade Yasin, menetapkan wilayah Bojonggede, Cibinong dan Gunungputri, tiga kecamatan di  Kabupaten Bogor, Jawa Barat masuk Zona Merah penyebaran Virus corona atau Covid-19, usai rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam penanganan wabah Virus Covid-19 di Gedung Tegar Beriman, Cibinong, Senin (23/3/2020).

“Kita prioritaskan Zona Merah dulu, karena yang positif terpapar Covid-19 ada di tiga kecamatan itu. Tiga orang positif dan satu meninggal di Bojonggede, Cibinong Satu, dan Gunung Putri dua positif. Total ada 6 positif dan satu orang meninggal di Kabupaten Bogor,” ujar Bupati Bogor, Ade Yasin, kepada wartawan.

Di Kabupaten Bogor saat ini terdata kasus corona, yaitu jumlah Orang Dalam Pantauan (ODP) sebanyak 109, dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 36. Yang positif terinfeksi, enam orang, satu meninggal dunia.

Pemkab Kabupaten Bogor belum mengeluarkan seruan agar perusahaan, dan perkantoran di Bumi Tegar Beriman menutup sementara operasinya, walaupun tidak ditutup sudah banyak perusahaan yang mengeluhkan dengan berkurangnya pengunjung.

“Kalau gak ditutup juga mereka sudah mengeluh dengan sepinya pengunjung. Memang sekarang sudah mulai sebagian masyarakat yang patuh terhadap himbauan pemerintah.” Kata Ade Yasin.

Menurut Ade Yasin, kondisi wilayahnya jangan disamakan dengan Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta. Karena, jika wilayah Kabupaten Bogor ditutup, banyak warga yang bakal kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Ada 29 pasar yang melayani hampir 6 juta penduduk, kalau ditutup penduduk akan kesulitan memenuhi kebutuhan bahan pangan.

RT-RW Hidupkan 1×24 Jam Tamu Harap Lapor

Agar penyebaran virus corona tidak menyebar, Bupati Bogor Ade Yasin ingin agar setiap Ketua RT dan RW bisa melakukan pengawasan.

“Kalau dulu ada yang namanya tamu 1×24 jam harap lapor. Nah sekarang juga begitu, kita berlakukan lagi. Tamu 1×24 jam harap lapor. Ini harus diawasi oleh para ketua RT dan RW,” ungkap Ade Yasin.

Ade ingin agar semua wilayah diawasi, termasuk di desa-desa, agar pengawasan secara ketat dilakukan.

“Karena khawatir juga terjadi gelombang kepulangan atau pulang kampung dari Jakarta ke Bogor, gitu lho,” terangnya.

Meskipun sudah ada 5 pasien yang positif terkena COVID-19 di Kabupaten Bogor belum menyatakan kejadian luar biasa (KLB) penyebaran virus corona.

“Kita masih siaga darurat bencana. Mudah-mudahan bisa teratasi (wabah COVID-19),” harap Ade Yasin.***

Breaking News