oleh

IPAL Kecam Penolakan Pemakaman Jenazah Korban Covid-19

-Berita-67 views

Jakarta-Ikatan Pemuda Alumni Lemhannas (IPAL), Kecam penolakan Pemakaman Jenazah Korban Covid-19 Ketua Umum Ikatan Pemuda Alumni Lemhannas Mukhlis Ramlan menegaskan bahwa Bangsa Indonesia adalah bangsa yg dikenal dengan keramahanya dan sikap bergotong royong, saling tolong menolong adalah menjadi ciri khas bangsa yang berbudi luhur,bangsa yang bermartabat dan selalu menjunjung tinggi harkat dan martabat bangsanya

Maka itu jika terjadi penolakan Pemakaman jenazah korban Covid-19 adalah termasuk perbuatan keji dan tercela
Dan hal tersebut dapat meruntuhkan nilai peradaban suatu Bangsa,” perbuatan tidak terpuji ini akan menjadi penilaian negatif dari seluruh bangsa di dunia,yang tidak kita temukan di negara manapun,kejadian yang sangat memalukan, maka dari itu mari kita bersatu dan membantu seluruh keluarga korban Covid-19, saling menguatkan sesama anak Bangsa serta terus memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar Wabah ini segera berakhir,” tegas Mukhlis.

Dan hal yang sangat terpenting adalah tentang pemakaman korban Covid-19 terutama dokter dan perawat yang menjadi garda terdepan penanganan Covid-19, mereka adalah pahlawan kesehatan, pemakaman korban Covid-19 kerap mendapat sorotan dan penolakan dari warga, karena warga sangat khawatir bahwa Corona Virus Disease 19, bisa menulari wilayah sekitar pemakaman tempat tinggal mereka

Dikatakan Mukhlis Ramlan,”pada kesempatan ini kami minta dan ditegaskan kepada seluruh Rakyat Indonesia agar tidak melakukan gerakan apapun yang sifatnya memprovokasi dan ini kerap terlihat dibeberapa media bahwa sering kali terjadi penolakan saat pemakaman dokter dan perawat maupun korban Covid-19 lainnya,”kata Mukhlis.

Masih dikatakan oleh Mukhlis,” melalui rekan alumni Pemuda Lemhannas diseluruh Indonesia kami mengajak agar kita turun kelapangan mengawal dan memberikan kesadaran kepada rakyat disekitar pemakaman korban Covid-19, agar mereka menerima dan jangan lakukan tindakan yang sangat melukai hati keluarga korban, Kami tersebar ribuan alumni diseluruh Indonesia siap turun kelapangan melakukan pendekatan kepada rakyat disekitar pemakaman, dan terus lakukan kegiatan yang bermanfaat dengan melibatkan rekan alumni dan relawan untuk membuktikan bahwa pemerintah tidak sendiri,”ungkapnya.

Selanjutnya Pria asal Tarakan ini mengungkapkan,”banyaknya ilmu yg kami dapat saat pendidikan di Lemhannas, dan tentu saatnya Kami aplikasikan untuk terus memberikan manfaat saat Wabah Covid-19 ini melanda hampir diseluruh Negeri,mari kita terus memberikan edukasi dan pencerahan terkait wabah Covid-19 yang sangat membahayakan ini, dan teruslah berbuat kebaikan tolong menolong, saling peduli dan saling mengingatkan sesama saudara kita, Salam Kebangsaan,”ungkap Mukhlis.

Telah ditetapkan SOP Pemakaman Pasien COVID-19 yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kementerian Agama Republik Indonesia. Sudah mengatur tata cara menguburkan jenazah pasien COVID-19 dalam Fatwa MUI Nomor 18 Tahun 2020 dan edaran Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia.

Dalam Fatwa MUI Nomor 14 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ibadah dalam Situasi Terjadi Wabah COVID-19, terdapat poin bahwa pengurusan jenazah terpapar virus corona harus dilakukan sesuai protokol medis dan dilakukan oleh pihak yang berwenang dengan tetap memperhatikan ketentuan syariat.

Terdapat empat tindakan pengurusan jenazah seorang muslim, yaitu memandikan, mengafani, menyalatkan, dan menguburkan. Penekanan dilakukan untuk proses memandikan dan mengafani, karena ketika pasien COVID-19 meninggal, virus masih ada di tubuhnya dan dapat menular kepada orang yang berkontak dengan jenazah tersebut, dalam hal ini yang melakukan proses pengurusan. Penguburan jenazah pasien COVID-19

Berdasarkan Fatwa MUI Nomor 18 Tahun 2020, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut ini. Proses penguburan jenazah harus dilakukan sesuai dengan ketentuan dalam syariah dan protokol medis Jenazah yang sudah melalui proses sebelumnya sesuai aturan medis, kemudian langsung dimasukkan bersama dengan peti ke dalam liang kubur. Hal ini dilakukan tanpa harus membuka peti, plastik, dan kafan dari jenazah tersebut.

Penguburan beberapa jenazah dalam satu liang lahat diperbolehkan karena sudah termasuk dalam ketentuan al-dlarurah al-syar’iyyah atau kondisi darurat. Sementara itu, Bimas Islam Kemenag RI sudah merilis Protokol Pengurusan Jenazah Pasien COVID-19. Terkait pengurusan jenazah, yang layak diperhatikan adalah

Pengurusan jenazah hanya boleh dilakukan oleh pihak dinas kesehatan secara resmi yang sudah ditunjuk, seperti rumah sakit tempat meninggalnya pasien. Jenazah korban COVID-19 ditutup dengan kain kafan atau bahan yang terbuat dari plastik yang mampu menahan air, juga dapat pula ditutup dengan bahan kayu atau bahan lain yang tidak mudah tercemar.

Apabila jenazah sudah dikafani atau dalam kondisi terbungkus, maka petugas dilarang untuk membuka kembali.Langkah ini berisiko karena ada potensi penularan virus COVID-19 dari tubuh jenazah. Kafan jenazah dapat dibuka kembali dalam keadaan mendesak seperti autopsi, dan hanya dapat dilakukan petugas. Jenazah disemayamkan tidak lebih dari 4 jam. (HH)

Breaking News