oleh

Jokowi : Penangguhan Kredit Bank dan Pinjaman Leasing Dimulai 1 April 2020

JAKARTA, BERITA INDONESIA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut bakal memberikan berbagai kemudahan untuk sejumlah sektor usaha dan masyarakat yang terkena dampak wabah virus corona (Covid-19).

Salah satu kelonggaran yang diberikan ditunjukkan kepada tukang ojek, sopir taksi, serta nelayan dalam pembayaran cicilan kredit kendaraan bermotor selama satu tahun. Aturan ini akan diaplikasikan mulai April 2020 mendatang.

“Saya sudah cek ke OJK. Mereka sudah menyiapkan skemanya, dan kita akan efektifkan mulai bulan April 2020,” katanya saat video conference di Istana Bogor, Selasa (31/3/2020).

Jokowi juga menyatakan akan memberikan keringanan bagi pengusaha sektor kecil dan menengah. Para pengusaha yang melakukan kredit dengan nilai di bawah Rp 10 miliar akan diberi penundaan cicilan selama 1 tahun dan penurunan bunga.

Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan relaksasi pinjaman dan pembiayaan dalam rangka menanggulangi dampak wabah virus corona, yang tertuang dalam Peraturan OJK (POJK) No. 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional.

Stimulus itu diberikan mulai dari pelaku usaha, termasuk UMKM yang memiliki utang untuk usaha di bank hingga pelaku ojek dan taksi online serta nelayan yang memiliki cicilan kendaraan.

Mereka diberikan relaksasi lantaran dinilai terdampak baik langsung maupun tidak langsung atas penyebaran COVID-19 di Indonesia.

Meskipun demikian, untuk mendapatkan relaksasi atau keringanan kredit bank dan pinjaman leasing ini ada tata caranya, seperti rilis yang telah disampaikan oleh OJK, Minggu (29/3/2020),

Pertama, debitur tidak perlu datang ke bank atau leasing. Tunggu dan ikuti pengumuman yang akan disampaikan bank/leasing melalui website dan atau call center resmi.

Kedua, ada debitur yang mendapatkan prioritas keringan yang telah memenuhi persyaratan minimal, seperti:

– Debitur yang terkena dampak COVID-19 dengan nilai kredit/leasing di bawah Rp10 miliar antara lain pekerja informal, berpenghasilan harian, usaha mikro dan usaha kecil (Kredit UMKM dan KUR).

– Keringanan dapat diberikan dalam periode waktu maksimum 1 tahun dalam bentuk penyesuaian pembayaran cicilan pokok/bunga, perpanjangan waktu atau hal lain yang ditetapkan oleh bank/leasing.

– Mengajukan kepada bank/leasing dengan menyampaikan permohonan melalui saluran komunikasi bank/leasing.

– Jika dilakukan secara kolektif misalkan melalui perusahaan, maka direksi wajib memvalidasi data yang diberikan kepada bank/leasing.

Ketiga, bagi debitur yang tidak termasuk di persyaratan kedua tersebut di atas, bank/leasing memiliki kebijakan keringanan kredit/leasing, sehingga Debitur dapat berkontak langsung melalui sarana komunikasi yang selama ini digunakan dan tetap tidak perlu hadir/tatap muka.

Keempat, debitur agar selalu mengikuti informasi resmi dari bank/leasing, tidak mudah percaya dengan informasi yang bersifat hoax, termasuk melaporkan kepada bank/leasing jika ada pihak debt collector yang melakukan teror/tidak sesuai ketentuan. Dapat juga dilaporkan ke OJK telepon 157, WA 081 157 157 157 atau email konsumen@ojk.go.id dengan menyebutkan nama, perusahaan bank/leasing, dan masalah yang dihadapi.

Kelima, keringanan kredit/leasing ini dilakukan dengan penuh tanggung jawab oleh para pihak baik debitur dan bank/leasing.***

Breaking News