oleh

Kontraktor Pemenang Tender Pemasangan Pagar Runway Bandara Lolak Besar Diduga Bermain Mata Dengan Dinas Perhubungan

-Berita, Daerah-393 views

SULUT, BERITA INDONESIA –
Publik sangat menyanyangkan Kontraktor Pemenang Tender Pemasangan Pagar Runway Bandara Lolak Kabupaten Bolaang Mongondow Sulawesi Utara dalam pengerjaannya tidak Sesuai Speck.

Proyek yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun anggaran (TA) 2019 menghabiskan Rp 4 miliar lebih itu menjadi sorotan Penggiat Anti Korupsi di Sulawesi Utara.

Berdasarkan hasil investigasi dan temuan dilapangan Tim Penggiat Anti Korupsi yang di Pimpin LSM- Inakor Bolmong berencana akan melaporkan Kontraktor CV Jaya Abadi serta Pengawasan dan Konsultan Pekerjaan PT ARCI Pratama ke Kejaksaan Negeri (Kejari), pasalnya ada indikasi kuat pekerjaan Pondasi Pagar keliling Runway Bandara Lolak tersebut dikerjakan tidak sesuai Speck.

Ketika Berita Indonesia mengkonfirmasikan kepada CV Jaya Abadi Leo sebagai pimpinan menjelaskan, “proyek sudah di Periksa Oleh Kepala Dinas (Kadis) Perhubungan Bolmong serta tidak ada masalah dengan pekerjaan pondasi kaki tiang pagar ukuran sesuai Speck 50×50 dan kedalaman 60 Cm dan akan di PHO (Provisional Hand Over) oleh Direktur Jendral Kementrian Perhubungan dan didampingi Pejabat yang berwewenang Provinsi Sulut serta Pejabat Perhubungan Kabupaten Bolmong”, ujarnya , Sabtu (19/1/2020) siang di Inobonto.

Ditambahkan Leo, “di mana proyek tersebut tidak ada masalah dan sudah di setujui Pengawasan kabupaten yaitu Dinas Perhubungan tuk di PHO hasil Finish Akhir Pekerjaan”, kata Leo dengan antusias.

Namun setelah Leo puas menjelaskan kepada Tim Elemen Anti Korupsi, maka dua orang dari Tim tersebut mebuka data di HP (Hand Phone) mereka dan menunjukan gambar kepada Leo, bahwa gambar Pondasi yang dikerjakan tidak sesuai dengan Speck, alhasil Leo pun jadi tercengang dan berubah raut wajahnya menjadi pucat pasi setelah melihat semua data-data yang ditunjukan oleh Tim.

Akhirnya dari temuan tersebut Tim sepakat akan membawa masalah ini ke Kejaksaan Negeri Kotamobagu dan akan terus mengawalnya sampai mendapat keputusan hukum tetap (Inkra) dari Pengadilan. Tidak sampai disitu saja , Tim Penggiat Anti Korupsi berusaha agar kasus ini mendapat perhatian dari Presiden RI (Ir, Joko Widodo).

Reporter : JS
Editor : IS

Breaking News