oleh

Korban Salah Tangkap, Praperadilankan Oknum Polsek Dumoga Timur

KOTAMOBAGU, BERITA INDONESIA – Frasisco Palit alias Angki korban kasus salah Tangkap oleh oknum polisi Polsek Dumoga Timur Polres Bolaang Mongondow (Bolmong) Polda Sulawesi Utara (Sulut), dimana Angki di tuduhkan menusuk korban bernama Undi Lantapan yang tinggal  di Pusian Induk.

Angki yang juga warga Desa Pusian, tepatnya Pusian Barat Kecamatan Dumuga Kabupaten Bolmong, merasa tidak melakukan penusukan ataupun penganiayaan terhadap korban Undi, sedangkan pada saat kejadian Angki berada di tempat yang berbeda, yaitu bersama-sama di salah satu kediaman Sahabat Angki, hal ini dikuatkan oleh saksi-sakti.

Kronologis salah tangkap, bermula ketika Angki dan Istrinya Suriyani Kamuntuan berada dirumah sahabatnya mendapat telpon dari anggota Polsek Dumoga Timur, karena merasa tidak bersalah Angki pun pulang kerumahnya yang juga rumah orang tuanya. Sesampainya dirumah orang tuanya Angki menelpon anggota Polsek Dumoga Timur, mengabari kalau dirinya sudah ada dirumah.

Mengetahui Angki sudah berada dirumah orang tuanya, anggota Polsek Dumoga Timur bergerak untuk menemui Angki. Sesampainya disana Angki diminta untuk memberikan kesaksian di kantor Polsek Dumoga Timur terkait kejadian penusukan Undi Lantapan.

Sesampainya di kantor Polsek, Angki di mintai Keterangan sebagai saksi oleh oknum Penyidik Polsek Dumoga Timur mengenai kejadian penusukan Undi Lantapan, tidak banyak pertanyaan yang diberikan dalam pemeriksaan, namun Angki langsung ditetapkan sebagai Pelaku Penusukan tersebut.

Penetapan Angki sebagai pelaku penusukan, dituduhkan oleh korban Undi Lantapan yang diperkuat oleh dua orang saksi. Setelah penetapan sebagai pelaku penusukan Angki langsung dijebloskan ke dalam jeruji Polsek Dumoga Timur.

Mengetahui suaminya ditetapkan sebagai tersangka dan langsung dimasukan ke kamar hotel Prodeo, Suri yang mendampingi suaminya di Polsek Dumoga Timur, merasa bagai di sambar petir disiang bolong, air matanya tak dapat tertahan lagi, meratapi kejadian itu.

Merasa yakin suaminya tidak bersalah seperti apa yang dituduhkan melakukan tindakan Penikaman pada korban Undi, Suri meminta keadilan pada Tuhan dan berjuang lewat para Tim Pengacara yang berada di Pengadilan Negeri (PN) Kotamobagu, untuk Mempraperadilan para Oknum anggota Polsek Dumoga Timur yang menuduh dan menjebloskan Angki suaminya ke dalam tahanan.

Tim pengacara menilai penetapan Angki sebagai tersangka dan langsung menahannya diduga tidak sesuai SOP dan ketentuan Hukum. Hasil kerja para Tim Advokad LBH BMR (Lembaga Bantuan Hukum Bolaang Mongondaow Raya) yang terdiri dari Donisto Nurdiansyah SH, Zulkipli Linggotu SH dan Winda Moonti SH, selama beberapa kali sidang menggugat oknum anggota Polisi Polsek Dumoga Timur dalam Pra peradilan lewat PN Kotamobagu membuahkan hasil.

Dalam persidangan Pra peradilan tersebut dikabulkan oleh Hakim PN Kotamobagu, Frasisco Palit alias Angki yang diduga tersangka kasus penusukan harus di bebaskan dari Tahanan Polsek Dumoga Timur berdasarkan Putusan No.3/Pid,Pra/2020/PN, Senin (10/2/2020) Sore.

Mendengar Putusan Gugatan Pra peradilan Di terima (Kabulkan) oleh Hakim PN Kotamobagu, Istri Angki, Suriyani menangis terharu dan mengucap Syukur Pada Tuhan, suaminya yang sudah menjalani masa tahanan kurang lebih satu bulan dua hari, mendapat Keadilan. Suri mengucapkan terima kasih pula kepada Tim Advokad LBH BMR yang sudah membantunya memperjuangkan keadilan sampai dikabulkannya Gugatan Pra peradilan. (Kisahnya bersambung…..) “JS”

Breaking News