oleh

Layak Menerima Gelar Pahlawan, Lepas Dari Perhatian Pemerintah

BERITA INDONSIA – Pembebasan Irian Barat merupakan perjuangan yang sangat penting bagi Negara dan Bangsa dalam mewujudkan dan mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Perjuangan dalam menjaga keutuhan NKRI, menjaga Irian Barat tetap berada dipangkuan ibu pertiwi tak lepas dari pengorbanan para pejuang di medan perang.

Salah seorang pejuang pembebasan Irian Barat yang sangat berperan besar pada waktu itu, Ngadimin adalah salah satu sosok pahlawan kemerdekaan yang belum tersentuh layaknya seorang pahlawan oleh Pemerintah RI.

Relawan yang ikut berjuang di masa pembebasan Irian Barat ini, hidup sebatang kara, Ngadimin (80 thn) tinggal di Desa Dapuro RT. 04/06, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Ngadimin yang pada saat perjuangan pembebasan Irian Barat dijuluki manusia “Anti Peluru” pernah menjadi bagian dalam operasi Trikora tahun 1961 – 1962, dari perjuangannya itu Ngadimin yang berpangkat Angg Jon Karsu Djateng II No. SUK. 1500488 jabatan Angg RU I/III/II, mendapat penghargaan dari Panglima Daerah Militer XV/Patimura.

Ngadimin pun menerima tanda ucapan terima kasih dari Panglima Tertinggi Angkatan Perang RI, Panglima Besar Komando Tertinggi Pembebasan Irian Barat, Jenderal Ahmad Yani, atas keikut sertaannya sebagai relawan dalam operasi Trikora.

Meskipun beberapa waktu lalu, November 2019, melalui gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Ngadimin difasilitasi menerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) dan Kartu Indonesia Sehat, itu hanya pernghargaan penyambung hidup dimasa tuanya.

Selayaknya Pemerintah RI, melalui Presiden Joko Widodo memberikan penghargaan yang lebih, yaitu penghargaan kehormatan sebagai Pahlawan Kemerdekaan yang turut berjuang dalam pembebasan Irian Barat. “Bangsa yang besar adalah Bangsa yang menghargai Jasa para Pahlawannya”.***

 

 

 

Penulis/editor : Irawan

Breaking News