oleh

Masyarakat Desa Lanut Boltim Minta Polisi Tangkap Oknum AA Lakukan Tambang Emas Gunakan Excavator

-Berita, Daerah, Hukrim-1.737 views

BOLTIM, BERITA INDONESIA – Masyarakat Desa Lanut Kecamatan Modayag, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Provinsi Sulawesi Utara meminta aparat penegak hukum menangkap Oknum AA yang melakukan menambangan emas dengan menggunakan Excavator didekat pemukiman penduduk yang rawan bencana.

Masyarakat Desa Lanut sangat cemas akan terjadinya bencana longsor akibat penambangan emas yang menggali kekayaan alam dengan menggunakan alat berat seperti Excavator, apalagi lokasi penggalian tersebut sangat dekat dengan Pemukiman penduduk.

Masyarakat yang mengatasnamakan Rakyat Boltim memberikan informasi kepada wartawan media online Berita Indonesia, kabar yang beredar di masyarakat Desa Lanut, oknum AA beberapa waktu lalu pernah diperingati oleh Anggota DPRD Boltim, namun kejadian Penambangan emas menggunakan alat berat masih saja terjadi, Sabtu (16/05/2020).

Masyarakat Desa Lanut menduga oknum AA dibekingi oleh oknum Polisi orang dekat Wakil Bupati, “sangat disayangkan aparat yang seharusnya melindungi masyarakat dari perbuatan yang membahayakan dan merugikan masyarakat, bukan malah membekingi”, ujar salah seorang yang mengatasnamakan Rakyat Boltim.

Masih menurutnya, Kepolisian Polda Sulawesi Utara harus mengawasi kegiatan Penambangan tersebut, pasalnya penembangan tersebut sudah mendekati pemukiman warga dan jalan umum, sehingga sangat meresahkan warga sekitar.

Apabila penambangan tidak dihentikan, Masyarakat Desa Lanut akan meminta bantuan Kodam XIII Merdeka untuk menindak para oknum penambang emas  nakal, mereka merasa sangat kuat karena dibekingi oleh oknum aparat penegak hukum.

Saat ini masyarakat Desa Lanut sudah tidak bisa bergerak bebas mencari nafkah, untuk menyambung hidup hanya berharap dari mencari limbah buangan perusahaan tambang emas, “kami masyarakat dibatasi serta terancam oleh oknum aparat yang menjaga perusahaan serta didukung oleh Kepala Desa Lanut, kami masyakat Desa Lanut justru tidak dapat menikmati hasil kekayaan alam di daerah kami sendiri”, ungkapnya. (Tim Sulut)

Breaking News