oleh

Masyarakat Minta Polres Boltim Tangkap Oknum Aparat Desa Lanut Merangkap Mafia Tanah

-Berita, Hukrim-291 views

SULUT, BERITA INDONESIA – Beberapa masyarakat Pemilik Tanah yang mempunyai SKPT (Surat Keterangan Pendaftaran Tanah) yang sah dari pemerintah Desa Lanut Kecamatan Modayag Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Provinsi Sulawesi Utara, menjadi resah akibat adanya jual beli bodong, menjual beberapa kali satu obyek tanah yang dilakukan oleh oknum aparat desa Lanut.

Salah seorang sumber yang berhasil ditemui jurnalis media online Berita Indonesia mengatakan, bahwa pemilik SKPT tanah yang sah menjadi resah akibat ulah oknum Aparat Desa yang semena-mena mengukur sebidang tanah untuk menjadi target yang akan di jual kepada pembeli tanah.

Sedangkan pembeli tanah tidak mengetahui silsila tanah tersebut, akibatnya tergiur untuk membayarnya dengan harapan tanah yang dibayar mengandung harta emas.

Masih menurut sumber tadi, merasa sangat prihatin dengan kelakuan oknum aparat desa tersebut, yang akhir-akhir ini dengan gencarnya menjual tanah di Desa Lanut yang konon banyak mengandung emas.

Seperti salah satu contoh baru saja terjadi di tahun 2020, masyarakat yang mempunyai hak kepemilikan tanah yang sah sejak tahun 1978 dan terdaftar diregister Badan Pertanahan Nasional (BPN), dengan bujuk rayu berdalih dirinya lebih mengetahui semua silsila tanah di Desa Lanut dan karena kurang telitinya para pembeli akibatnya tanah tersebut bisa dijual oleh oknum aparat desa.

Dengan berbagai iming-iming mafia tanah memperdaya agar si pembeli tergiur untuk membayar, dengar harapan bisa membuat tambang Emas diatas tanah yang memiliki SKPT Aspal (Asli tapi Palsu) yang bercap Lambang Negara Burung Garuda seperti terlihat asli.

Akibat semakin maraknya kejadian tersebut, masyarakat meminta kepada Penegak Hukum khususnya Polres Boltim untuk menindak para Mafia Tanah di Desa Lanut yang sudah sangat meresahkan.

Mayarakat pun meminta, kepada wartawan untuk mengawal proses hukum para Mafia tanah tersebut, sehingga mendapatkan efek jera agar kedepannya tidak terjadi lagi hal-hal yang dapat merugikan masyarakat. (JS) nantikan ulasannya pada pemberitaan selanjutnya…

Breaking News