oleh

Menindak Lanjuti Maklumat Kapolri, Polres Bintan Bentuk Satgas Pangan

KEPRI, BERITA INDONESIA – Seiring maklumat Kapolri Jenderal Pol. Idham Azis terkait Surat Satgas Pangan Mabes Polri Nomor : B/1872/III/Res2.1/2020 Bareskrim tanggal 16 Maret 2020, Polres Bintan bentuk Giat  Satgas Pangan guna mengawasi spekulan harga sembako.

Kapolri Jendral Polisi Drs Idham Azis MSi memberikan maklumat kepada jajarannya untuk menindak tegas dan bisa di pidana sesuai Pasal 212, 216, 218 KUHP para pelaku spekulan yang sengaja melakukan penimbunan sembako. Hal ini diduga kuat bisa terjadi dengan memanfaatkan  merebaknya wabah Virus Corona (Covid-19) di Republik Indonesia.

“Seiring maklumat bapak Kapolri tersebut saat ini pihak kita sedang lakukan giat melaksanakan pengecekan harga sembako serta memberikan himbauan tentang pembatasan pembelian produk”. Ujar Kasat Reskrim Polres Bintan AKP Agus Hasanudin  SH, MH, SIK di ruang kerjanya, Selasa (24/03/2020).

Menurut Kasat Reskrim sejumlah toko dan swalayan telah diawasi bekerja sama dengan Polsek seperti,  Swalayan Mandiri KM16 Kec Toapaya, Toko Karim KM 25 Kec Toapaya, Toko Semangat, Kecamatan Toapaya, Swalayan Super Jazz Bintan Timur, Swalayan WS Bintan Timur, Swalayan Kijang Lestari Bintan Timur, Swalayan Mitra Bintan Timur, Swalayan Top Jazz Bintan Timur, Swalayan Zoom Bintan Timur Kabupaten Bintan.

Dijalasnya, pihaknya terus siaga melaksanakan pengecekan ketersediaan bahan pangan bekerja sama dengan Desperindag Kabupaten Bintan Provinsi Kepri.” Polisi terus melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok dalam rangka menjaga stabilitas harga pangan” ujar AKP Agus Hasanuddin, SH, MH, SIK.

Selain mengantisipasi spekulan harga, Polisi juga komitmen menindak  pemilik toko dan supermarket  yang mencoba bermain dengan harga. Selain itu Satgas juga mengawasi pembatasan  pembelian produk oleh konsumen sesuai dengan kebutuhan  tidak boleh berlebihan. Tegasnya.

“Kita akan mendukung program gugus tugas percepatan penanganan Corona Virus Disesase 2019 (Covid 19) sekaligus  memberikan sosialisasi terhadap konsumen untuk tidak memanfaatkan  Panic Buying atau membeli produk secara berlebihan akibat wabah virus corona (covid-19) ini ” Ujar Putra Jawa Kelahiran 1986 itu. (Jhonson)

Breaking News