oleh

Pemkot Bekasi Akan Terapkan PSBB 15 April 2020

BEKASI, BERITA INDONESIA – Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi memastikan mulai memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Bekasi mulai berlangsung pada Rabu (15/4/2020) mendatang.

“Rabu kita tetapkan (PSBB di Kota Bekasi),” ujar Rahmat, Minggu (12/4/2020).

Rahmat menyatakan teknis pelaksanaan PSBB di Kota Bekasi hampir dipastikan sama dengan DKI Jakarta mengingat semua wilayah penyangga DKI Jakarta juga akan meniru hal sama dalam penerapannya. PSBB Kota Bekasi akan berlangsung serentak dengan wilayah lainnya yakni Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Depok, dan Kabupaten Bekasi.

PSBB di Kota Bekasi rencananya akan berlaku selama 14 hari terhitung sejak hari pertama diterapkan namun apabila belum mendapatkan perkembangan yang signifikan maka akan diperpanjang. Sebelum PSBB Kota Bekasi resmi diberlakukan, sosialisasi kepada masyarakat mengenai PSBB akan dilaksanakan selama dua hari mulai Senin (13/4/2020) hingga Selasa (14/4/2020).

“Sosialisasi dua hari, Senin, Selasa, dan Rabu (penerapan PSBB),” kata Rahmat.

Rahmat menjelaskan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkomimda) Kota Bekasi sedang mempersiapkan tahapan penerapan PSBB termasuk mendata 22 titik perbatasan yang akan menjadi titik siaga petugas dalam pengawasan lalu lintas kendaraan dari dan menuju DKI Jakarta.

“PSBB itu adalah pembatasan sosial artinya segala aktivitas yang menyangkut sosial interaksi pergerakan orang tentunya dibatasi hanya yang tidak dibatasi kan ada hal-hal lain menyangkut tentang distribusi bahan pokok, gas dan satu dan lain hal jadi itu semua udah kita create (buat) dalam satu keputusan,” jelas Rahmat.

Titik-titik perbatasan itu di antaranya Pondok Gede, Bintara, dan Medan Satria yang berbatasan langsung dengan ibu kota serta Bulak Kapal, Bantargebang, dan Bekasi Utara yang berbatasan dengan Kabupaten Bekasi, juga Jatiranggon dan Kranggan yang berbatasan dengan Bogor dan Depok.

“Kita juga tengah matangkan terkait data sosial safety net untuk bantuan langsung tunai kepada warga melalui pendataan langsung serta koordinasi dengan kementerian terkait karena ini juga menjadi perhatian pusat,” ungkap Rahmat.

Berdasarkan data pemerintah daerah setempat hingga Minggu (12/4) tercatat 134 orang terkonfirmasi positif COVID-19 dimana 27 orang di antaranya dinyatakan sembuh. Kemudian Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 289 orang dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) 793 orang.***

Breaking News