oleh

Proyek RTH Masjid Baitul Makmur Lantainya Mulai Mengelupas

KEPRI, BERITA INDONESIA – Proyek Ruang Tata Hijau (RTH) Masjid Baitul Makmur Kelurahan Tanjung Uban Kabupaten Bintan Provinsi Kepri di nilai amburadul. Pasalnya lantai pondasi proyek tersebut mulai mengelupas.

Kendati sudah sering di beritakan melalui media, tampak proyek yang bermasalah itu tetap berjalan mulus. Informasi yang di himpun Media BERITA INDONESIA, bahwa kontraktornya CV Nabilla merupakan orang yang berpengaruh kuat di Bintan.

Ketika itu Wartawan Berita Indonesia meminta klarifikasi kepada Kejari Bintan (Sabtu 18/1/2020) lalu, yang bersangkutan tidak mau memberikan klarifikasi. Ketika Wartawan juga  mengirimkan rilis pemberitaan tanggal 17 Januari 2020,  oknum Jaksa tersebut tidak mau menjawab.

Informasi yang diterima dari warga Suprayogi (45), Kamis (26/03/2020) bahwa lantai Taman Mesjid itu telah terkelupas. Seperti telah diberitakan sebelumnya  diduga kuat campuran semen tidak sesuai dengan bestek  sehingga lantai proyek tersebut saat ini telah rusak.

Seperti dalam pemberitaan dua bulan lalu, bahwa proyek yang ditangani Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Bintan telah menyalahi bestek. Maka itu sejumlah masyarakat menduga ada yang tidak beres.

Selain lantai sudah terkelupas, proyek yang didanai APBD Kabupaten Bintan tahun 2019 diduga tidak sesuai bestek misalnya cor coran lantai keramik banyak bolong serta semem penyanggah keramik terbit kosong  sehingga jika di ketok bunyinya terasa  kosong.

Kontraktor CV Nabilla ini mendapat pagu anggaran sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) Rp 2.640.000.000-., dengan pelaksanaan waktu pekerjaan 180 hari kalender. Sebagai penanggung jawab pekerjaan tersebut hingga kini belum bisa di konfirmasi.

Ironisnya proyek Pemerintah ini juga didampingi tim pengawas dari (TP4D) Kejari Kabupaten Bintan. Hal itu dulunya terlihat ada tulisan plang yang terpampang di lokasi proyek namum saat ini plang tersebut telah dicabut.

Dalam pemberitaan sebelumnya, permasalahan yang menyolok yaitu ketebalan cor an plat lantai yang sehusnya 10 cm, ternyata dilakukan  hanya 5 dan 7cm, tentu ini menyalahi dari speks wajar lantai proyek tersebut mulai mengelupas.

Selain itu jenis pasir yang dipergunakan tidak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) harusnya jenis pasir yang diperuntukkan pasir putih bersih,  namun dilapangan dipergunakan pasir kotor bercampur tanah, sehingga lantai proyek tersebut saat ini  terkelupas. (Jhon)