oleh

Proyek RTH Mesjid Baitul Makmur Amburadul, Kadisnya Harus Diperksa

KEPRI, BERITA INDONESIA – Proyek Ruang Tata Hijau (RTH) Mesjid Baitul Makmur Kelurahan Tanjung Uban Kabupaten Bintan Provinsi Kepri di nilai amburadul Kepala Dinas harus diperiksa.

Berdasarkan peraturan pemerintah proyek rumah ibadah tidak boleh dilakukan tender kecuali dana hibah atau melalui Bansos lewat rekening Yayasan. “Anggaran ratusan milyard seperti ini, selain Kepala Dinas  bila penting Kepala Daerah (Bupati Bintan) bisa dimintai keterangan oleh penegak hukum” ungkap Mulkansyah Ketua Lembaga Sosial LSM Riau Coruption Watch (RCW) lewat WhatsApp Jumat (10/04/2020).

Dilain pihak seorang Staf Dinas Kawasan Pemukiman dan Perumahan Kabupaten Bintan saat ditemui  mengatakan, pihak kontraktor dalam hal ini dapat bertanggung jawab. Proyek tersebut harus dipertanggung jawabkan sesuai bestek. “Sebaiknya dana pelunasan anggaran proyek  tersebut dikurangi disesuaikan dengan volume pekerjaan maka itu setiap tahapanya ada pengawas dari PPATK” ujarnya seraya tidak mau disebut namanya.

Cor-coran lantai proyek RTH Mesjid Baitul Makmur setelah dilakukan tambal sulam.

Kendati sudah sering di beritakan melalui Media, tampak proyek yang bermasalah ini tetap saja  berjalan mulus. Informasi yang di himpun Media BERITA INDONESIA, bahwa kontraktornya CV Nabilla sedang melakukan tambal sulam.

Ketika Wartawan BERITA INDONESIA  meminta klarifikasi kepada Kejari Bintan (Sabtu 18/1/2020) lalu, yang bersangkutan tidak mau memberikan klarifikasi. Begitu juga saat Wartawan  mengirimkan rilis pemberitaan tanggal 17 Januari 2020,  oknum Jaksa tersebut tidak mau menjawab.

Berdasarkan informasi yang diterima dari warga, bahwa lantai Taman Mesjid itu telah terkelupas. Sesuai dengan pemberian  sebelumnya  diduga kuat campuran semen tidak sesuai dengan bestek  sehingga lantai proyek tersebut saat ini telah rusak, namun saat ini  dilakukan tambal sulam.

Proyek yang didanai APBD Kabupaten Bintan tahun 2019 diduga tidak sesuai bestek misalnya cor coran lantai keramik banyak bolong serta semem penyanggah keramik banyak kosong jika di ketok bunyinya terasa  bolong.

Kontraktor CV Nabilla Permata mendapat pagu anggaran sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) Rp 2.640.000.000-., dengan pelaksanaan waktu pekerjaan 180 hari kalender, dan Konsultan Pengawas CV Yudha Karya hingga kini belum bisa di konfirmasi.

Proyek pemerintah ini juga didampingi tim pengawas dari (TP4D) Kejari Kabupaten Bintan. Hal ini dibuktikan  tulisan plang yang terpampang di lokasi proyek, namum saat ini plang tersebut telah dicabut.

Seperti dalam pemberitaan sebelumnya permasalahan yang menyolok adalah ketebalan cor an plat lantai yang sehusnya 10 cm, ternyata dilakukan  hanya 5 dan 7cm, tentu ini menyalahi dari speks wajar lantai proyek tersebut mulai mengelupas.

Selain itu jenis pasir yang dipergunakan tidak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) harusnya jenis pasir yang diperuntukkan pasir putih bersih,  namun dilapangan dipergunakan pasir kotor bercampur tanah, sehingga lantai proyek tersebut  terkelupas. (Jhonson)

Breaking News