oleh

Proyek RTH Mesjid Baitul Makmur Ternyata Kontraktornya Orang Dekat Bupati

-Berita, Daerah-1.133 views

KEPRI, BERITA INDONESIA – Proyek Ruang Tata Hijau (RTH) Mesjid Baitul Makmur Kelurahan Tanjung Uban Kabupaten Bintan Provinsi Kepri yang di nilai amburadul itu ternyata kontraktornya adalah salah satu orang terdekat Bupati.

Berdasarkan informasi yang di himpun Media BERITA INDONESIA bahwa pemilik CV Nabilla tersebut merupakan orang terdekat bupati, sehingga pihak-pihak yang terkait dalam proyek yang bermasalah ini sulit dikonfirmasi.

Terbukti ketika Wartawan Berita Indonesia meminta klarifikasi Kejari Bintan (Sabtu 18/1/2020), yang bersangkutan tidak mau memberikan klarifikasi. Ketika Wartawan mengirimkan rilis pemberitaan Berita Indonesia tanggal 17 Januari 2020, oknum Jaksa tersebut tidak mau menjawab.

Di lain pihak informasi yang diterima dari Warga Suprayogi (45), Kamis (23/1/2020) menyebut bahwa Beny selaku Kasi Intel Kejari Bintan telah turun langsung melihat proyek itu tetapi informasinya belum pasti sebab pihak Kejari sendiri belum dapat memberikan klarifikasi.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, bahwa proyek yang ditangani Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Bintan ini tersiar setelah sejumlah masyarakat menduga ada yang tidak beres.

Proyek yang didanai APBD Kabupaten Bintan tahun 2019 diduga tidak sesuai bestek misalnya cor-coran lantai keramik banyak bolong serta semen penyanggah keramik terbit kosong sehingga jika di ketok bunyinya terasa kosong.

Kontraktor CV Nabilla ini mendapat pagu anggaran sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) Rp 2.640.000.000 dengan pelaksanaan waktu pekerjaan 180 hari kalender. Namun sangat disayangkan proyek Asri untuk rumah ibadah ini tidak dikerjakan dengan maksimal.

Ironisnya proyek Pemerintah ini juga didampingi tim pengawas dari (TP4D) Kejari Kabupaten Bintan. Hal itu terlihat berdasarkan tulisan plang yang terpampang di lokasi proyek halaman Mesjid Baitul Tanjung Uban Kecamatan Bintan Utara.

Adapun permasalahan didalam proyek tersebut adanya kejanggalan hasil akhir yang menyolok yaitu ketebalan cor an plat lantai yang seharusnya 10 cm, ternyata dilakukan hanya 5 dan 7cm, tentu ini menyalahi dari speck. Selain itu juga neon box huruf proyek itu mestinya sudah harus terpasang tanggal 29/12/2019, ternyata masih baru dibuat.

Selain itu belum lagi jenis pasir tidak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) harusnya jenis pasir yang diperuntukkan adalah pasir putih bersih namun dilapangan dipergunakan pasir kotor bercampur tanah. (Jhonson)

 

Breaking News