oleh

Riwayat Seminar Bogor, Pasien Asal Wonogiri Positif Corona Meninggal Dunia

-Berita, Nasional-128 views

WONOGIRI, BERITA INDONESIA – Pasien positif corona asal Ny S (43) asal Kecamatan Jatipurno, Wonogiri, Jawa Tengah meninggal dunia saat diisolasi di RSUD dr Moewardi Solo pada Rabu (18/3/2020) malam.

Pasien tersebut dinyatakan terinfeksi corona yang pernah kontak langsung dengan pasien pertama yang meninggal di Solo saat seminar di Bogor.

Saat pulang dari seminar, ibu rumah tangga ini mengalami sakit dan suhu tubuhnya tinggi, sempat dirawat di RS Amal Sehat Wonogiri, kemudian dirujuk ke RS Moewardi setelah kurang lebih lima hari dirawat, kondisinya tak membaik, akhirnya meninggal dunia.

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo membenarkan warganya meninggal yang positif corona setelah beberapa hari dirawat di RSUD dr. Moewardi Solo.

“Ny S (43) dinyatakan meninggal sekitar pukul 18.00 WIB. Almarhumah mulai dirawat di RSUD dr. Moewardi Solo sejak Jumat (13/3/2020) lalu,” ujar Joko, Rabu (18/3/2020).

Joko mengatakan pihak rumah sakit melakukan sterilisasi agar pasien dimakamka tanpa ada prosesi upacara pemakaman seperti biasanya. “Kondisi sangat khusus jadi tidak ada prosesi pemakaman,” katanya.

Sejauh ini sudah ada 2 pasien positif Corona meninggal di RSUD dr Moewardi, Solo. Kedua pasien yang telah meninggal itu, ditambah dua orang positif lainnya yang masih dirawat, memiliki riwayat yang juga pernah mengikuti sebuah seminar di Bogor, Jawa Barat.

Ada 67 Warga yang Pernah Kontak

Tim penanganan Covid-19 Pemerintah Kabupaten Wonogiri sudah mendata sebanyak 67 orang yang pernah kontak dengan korban yang meninggal positif virus corona. Saat ini ke-67 warga itu diobeservasi untuk dipilah masuk dalam kategori orang dalam pegawasan atau pasien dalam pengawasan.

“Tim masih memilah mana warga yang masuk kluster orang dalam pengawasan, pasien dalam pengawasan atau isolasi mandiri. Pemilihan itu dilakukan oleh dinas kesehatan”, jelas Joko.

Keenam puluh tujuh warga itu statusnya sebagai pembesuk saat korban dirawat di fasilitas kesehatan di Slogohimo dari tanggal 9 hingga 13 Maret 2020.

“Mereka kontak waktu mengunjungi pasien saat dirawat di fasilitas kesehatan di Slogohimo. Mengunjungi pasien yang sakit menjadi kebiasaan atau budaya warga Kabupaten Wonogiri”, ungkap Joko.***

Breaking News