oleh

Siswa PPDB Online Jalur Prestasi Terganjal Admin Verifikasi SMPN 213, Terkait Salah Huruf Nama di Sertifikat

JAKARTA, BERITA INDONESIA – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) secara online Jakarta melalui jalur prestasi non akademik diwarnai kekecewaan Calon Peserta Didik Baru (CPDB), pasalnya sertifikat Juara I yang diperoleh dari Festival Lomba Literasi Nasional (FL2N) jenjang Sekolah Dasar Tingkat Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Kota Administrasi Jakarta Timur Tahun 2019, salah tulis huruf dalam nama siswa tersebut.

Akibat salah tulis huruf nama siswa, petugas admin verifikasi Sekolah Menegah Pertama Negeri (SMPN) 213 Jakarta Timur tidak mau memverifikasi data CPDB yang didaftarkan secara online melalui ppdb.jakarta.go.id.

Kronologis alur pendaftaran, pada hari pertama pendaftaran jalur prestasi non akademik, Senin (15/06/2020) setelah CPDB mendaftar melalui ppdb.jakarta.go.id. sampai mendapat token dan memiliki akun kemudian login untuk masuk ke halaman Dasbor pendaftaran Siswa, mengunggah sertifikat FL2N tanpa Surat Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM), sehingga mendapat jawaban verifikasi penolakan “berkas yang di unggah tidak menyertakan SPTJM dan Sertifikat yang sesuai”.

Pada jadwal PPDB jalur prestasi hari berikutnya, Selasa (16/06/2020) sekitar pukul 08.10 WIB CPDB merevisi halaman pendaftarannya dengan mengunggah sertifikat FL2N dan Surat Pernyataan Keabsahan dan Kebenaran Dokumen, namun tidak kunjung mendapat verifikasi.

Setelah menunggu beberapa lama tidak mendapat verifikasi akhirnya orang tua CPDB menghubungi Posko PPDB Online Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta melalui sambungan telepon, oleh petugasnya disarankan menggunakan SPTJM yang disediakan Formnya dihalaman ppdb.jakarta.go.id. dan menghubungi Sekolah Tempat Verifikasi.

Halaman Dasbor Pendaftaran Online yang menerangkan sekolah tempat verifikasi adalah SMPN 213.

Sekitar pukul 11.00 WIB diunggah SPTJM, namun sampai sekitar pukul 13.00 WIB halaman pendaftaran tidak kunjung diverifikasi orang tua CPDB mendatangi admin verifikasi SMPN 213 bernama sofyan, awalnya petugas verifikasi tersebut meminta surat keterangan dari sekolah asal untuk membenarkan bahwa sertifikat tersebut asli adanya.

Ketika disanggupi untuk mendapatkan surat keterangan dari sekolah asal untuk menguatkan sertifikat yang diperoleh dari FL2N yang ditanda tangani Kepala Suku Dinas Pendidikan Jakarta Timur H. Muh Roji akibat salah tulis huruf dalam nama siswa, sofyan berdalih tidak bisa memverifikasi lantaran CPDB yang diterima adalah juara tingkat nasional dan kuota untuk SMPN 213 sudah penuh, seperti diceritakan Anih orang tua CPDB kepada berita-indonesia.co.id, Selasa (16/06/2020).

Saat dikonfirmasi berita-indonesia.co.id kepada sofyan melalui telpon sellularnya mengatakan, jawaban verifikasi penolakan,Senin (15/06/2020) yaitu “berkas yang di unggah tidak menyertakan SPTJM dan Sertifikat yang sesuai”, dikarenakan nama yang tertera pada sertifikat FL2N terdapat salah huruf sehingga diragukan keasliannya, baginya SPTJM yang bermaterai 6000 tidak berlaku.

Surat keterangan dari sekolah asal yang ditanda tangani oleh Kepala Sekolah menerangkan bahwa siswa yang bersangkutan adalah benar mendapatkan Juara I pada FL2N Tingkat Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Kota Administrasi Jakarta Timur Tahun 2019, yang dikirim ke akun whatsapp sofyan,itupun tidak berlaku.

Justru admin verifikasi SMPN 213 berdalih, setelah di cek ulang CPDB yang dimaksud tidak terdaftar verifikasi di SMPN 213 serta mengatakan sistem tidak bisa bohong, saat ditunjukan screenshot halaman Dasbor Pendaftaran Online yang menerangkan sekolah tempat verifikasi adalah SMPN 213, Sofyan kembali berkelit kalau sistemnya bermasalah, “kalau udah masalah sistem itu urusan pusat, pusat SMK 26”, ujarnya.

Apa benar sistem PPDB online Provinsi DKI Jakarta sistemnya demikian, kalau benar seperti yang dikatakan Sofyan petugas verifikasi SMPN 213 tersebut, tentunya PPDB online Provinsi DKI Jakarta dapat merugikan CPDB yang mengikutinya.

Kasudin Pendidikan Wilayah I Kota Administrasi Jakarta Timur, Ade Narun saat dihubungi melalui telpon sellular dan akun whatsappnya untuk dikonfirmasi, sampai berita ini ditayangkan belum mendapat jawaban.(IR)

Breaking News