oleh

Tambang Pasir Illegal di Bintan Kembali Marak, Diduga Dibekingi Oknum Aparat

KEPRI, BERITA INDONESIA – Kendati keberadaan tambang pasir Illegal telah meresahkan masyarakat, aktifitas sejumlah pertambangan pasir di Kabupaten Bintan Provinsi Kepri hingga kini tetap saja terus beraktivitas.

Aparat Kepolisian setempat seolah-olah menutup mata dengan keberadaan pertambangan pasir liar ini, sebab terlihat aktifitasnya terkesan sulit dibasmi. Terbukti dari tahun ke tahun tambang illegal ini terus saja buka tutup seolah-olah mengelabui masyarakat.

Anehnya dari bulan berganti tahun pelaku illegal Mining itu tampak terus berpacu mengabaikan dampak lingkungan. Ujungnya lokasi bekas galian itu pun porak-poranda berantakan tampak tidak terurus, alhasil merusak lingkungan meninggalkan kubangan yang menganga menjadi tempat sarang nyamuk malaria.

Kondisi demikian sangat disayangkan,  Dinas Pertambangan atau pun Aparat Penegak Hukum terkait yang punya kewenangan dalam menindak dan menumpas segala bentuk kegiatan illegal tersebut tidak berdaya alias tidak mampu berbuat apa-apa, kendatipun aktivitas tambang jelas-jelas tidak mempunyaai ijin.

Mirisnya lagi, bahwa praktek tambang pasir illegal ini terus langgeng beroperasi, Dinas Pertambangan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dan aparat penegak hukum seakan tutup mata dengan keadaan ini.

Ironisnya tak sedikit masyarakat sekitar menduga kalau para pelaku tambang illegal ini secara sembunyi-sembunyi telah berkonspirasi alias memberi setoran kepada pihak-pihak tertentu.

Salah seorang warga, sebut saja Suparto (52) Masyarakat Gunung Kijang ketika Berita Indonesia melakukan konfirmasi melalui telepon selulernya mengatakan bahwa aktivitas tambang pasir tersebut di duga kuat tak mengantongi izin. “Saya juga heran jelas-jelas itu illegal dan merusak lingkungan, tapi tetap aja terbiarkan. Aneh kan mas?”, ujarnya kembali bertanya. Selasa (10/03/2020).

Menurutnya selain tambang pasir, diduga juga masih ada tambang illegal lainnya, seperti tambang timah beroperasi di Kabupaten Bintan. Tetapi yang pasti dan lebih menyolok tambang itu beroperasi di Desa Galang Batang Kecamatan Gunung Kijang. Jelas terlihat alat berat leluasa mengupas lahan, melebarkan areal tambang untuk menggerus hasil bumi itu.

Dijelaskan Suparto, “dibalik lancarnya aktifitas illegal tersebut, tentu lingkungan pun menjadi  luluh lantak dibuatnya, namun terkesan aparat tetap saja tutup mata. Dampak yang ditimbulkannya tentu saja membuat kehidupan Flora dan Fauna serta limbah semakin banyak, belum lagi dampak galian yang meninggalkan lubang besar yang menganga menjadi sarang nyamuk, berdampak besar kepada penyakit malaria. ungkapnya.

Dinas Pertambangan Provinsi Kepri dan Aparat Kepolisian belum bisa memberikan komentar nya terkait hal ini. Kendatipun pihak Wartawan telah melakukan konfirmasi lewat WhatsApp, namun pihak yang bersangkutan belum mau memberikan keterangan terkait tambang illegal tersebut. (Jhon/PD)

Breaking News