oleh

Terkait Maraknya Tambang Illegal di Bintan Polisi Lakukan Penindakan

KEPRI, BERITA INDONESIA – Terkait  maraknya tambang ilegal di Kabupaten Bintan Provinsi Kepri, yang telah meresahkan masyarakat, polisi membantah jika pihaknya tidak melakukan penindakan.

Dalam hal ini Kepolisia Resort Bintan membantah jika Polisi seolah-olah  menutup mata terkait  aktifitas tambang di wilayah hukum Polres Bintan.  Pihaknya telah melakukan penindakan dan himbauan agar semua namanya tambang liar di Bintan dihentikan.

“Kita sudah lakukan penindakan dan himbauan, selama tiga bulan saya bertugas disini, pihak kita sudah empat kali melakukan penertiban”. ujar Kasat Reskrim Polres Bintan AKP Agus Hasanuddin SIK melalui teleponnya kepada Wartawan berita-Indonesia.co.id, Rabu (11/03/2020).

Dilain pihak, sangat disayangkan bahwa Dinas Pertambangan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) seolah-olah tidak punya kewenangan terkait pertambangan liar tersebut. Terbukti  kendatipun polisi telah melakukan himbauan dan penindakan, namun tetap saja  kegiatan ilegal mining itu tetap berlangsung dengan sembunyi-sembunyi.

Hal tersebut disampaikan PD (53) lewat teleponya dia mengatakan, “kendati pun polisi sudah melakukan penindakan, namun dengan diam-diam tetap saja mereka  melakukan penambangan”, ucapnya, Rabu (11/03/2020) Sore.

Menurutnya, diduga pasir hasil tambang itu diantar ke PT Bintan Alumina Indonesia (BAI). yang telah berinvestasi dan kerja sama dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang Bintan.  “Saya lihat tadi waktu lewat, mungkin pasir tersebut diantar ke PT BAI sebab mobil-mobil  pengangkut pasir itu lewatnya dari depan patung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) itu mas”. terangnya seraya minta namanya jangan disebut.

Dijelaskanya, tambang pasir ilegal ini buka tutup dan langgeng beroperasi sekalipun Dinas Pertambang Provinsi Kepri tidak memberikan ijin. “Coba lihat mas, mereka tidak ada ijin, dan polisi sudah melakukan penindakan, tetap saja mereka diam-diam beroperasi”, katanya lagi.

Selain tambang pasir diduga masih ada juga tambang ilegal lain seperti tambang timah beroperasi di Kabupaten Bintan. Tambang tersebut itu diduga beroperasi di Desa Galang Batang Kecamatan Gunung Kijang. “Bisa kita intip nanti sekali-sekali alat mereka  leluasa mengupas lahan melebarkan areal tambang untuk menggerus hasil bumi itu”, jelasnya.

Ditambahkan PD, “lancar nya aktifitas ilegal mining tersebut, tentu akan berdampak terhadap lingkungan mengakibatkan luluh lantak lahan bekas tambang itu. Tentu hal ini akan berdampak dengan kehidupan Flora dan Fauna serta limbah semakin banyak, belum lagi bekas galian itu akan menimbulkan kobangan air yang akhirnya menjadi sarang nyamuk malaria”, ungkapnya. (Jhon)

Breaking News