oleh

Tips Mendisiplinkan Anak

Mendidik anak untuk menjadi disiplin bukanlah perkara mudah, membutuhkan cara dan trik yang tidak mudah, terkadang jika salah menanganinya bisa membuat anak menjadi rendah hati, minder dan bahkan dapat mengganggu mental anak. Mengajarkan kedisiplinan kepada anak harus dimulai sejak dini, ketika si anak masih berusia di bawah 5 tahun. Sebab pada usia tersebut anak mulai menyerap pengetahuan dengan mengeksplorasi dan mencari tahu berbagai hal.

Masa-masa ini menjadi saat yang tepat bagi orang tua untuk menstimulasi serta menanamkan nilai-nilai positif kepada anak sebagai fondasi awal kepada anak. Dengan demikian, ketika dewasa anak akan memiliki imun yang baik terhadap dirinya sendiri sehingga tidak mudah terpengaruh dengan lingkungan.

Mendisplinkan anak dengan memberikan hukuman fisik sudah bukan jamannya lagi, hukuman fisik pada anak dapat berakibat buruk pada fisik serta mental anak. Bagi mental, bisa membuat anak berperilaku agresif, tak percaya diri, dan justru malah bisa membuat anak menjadi pemalu. Agresivitas ini akan terbentuk dari kemarahan atau perasaan negatif yang tertumpuk.

Ketika anak sering mendapatkan hukuman fisik, maka mungkin saja si anak bisa menjadi marah dengan keadaan, lalu menyalurkannya dalam bentuk agresivitas pada orang lain.

Efek jangka panjangnya mirip dengan kondisi mental anak yang sejak kecil pernah ditinggal meninggal atau ditinggal pergi oleh orang yang dekat dengannya.

Menerapkan disiplin positif pada anak tanpa harus mengekangnya secara berlebihan, orang tua dapat membantu anaknya dengan cara mengembangkan prilaku teratur yang telah disepakati bersama tanpa harus menggunakan cara kekerasan atau ancaman.

Menanamkan kedisiplinan dengan ancaman pada anak, maka anak tidak akan mendengarkan apa yang disampaikan, sebaliknya dengan penjelasan verbal seperti diskusi secara terbuka, atau dengan memberikan contoh dari orang sekitar dapat membuat anak memahami maksud dan tujuan dari kedisiplinan itu.

Orang tua pun harus bersikap konsisten dan tegas sehingga anak tidak memiliki celah untuk mencari alasan jika berbuat salah. Di selain itu, orang tua juga bisa memberikan contoh nyata sebab anak akan melakukan apa yang sering dilihatnya.

Disamping bersikap tegas, orang tua juga harus memahami bahwa kedisiplinan merupakan bentuk pengajaran bukan hukuman. Jika anak berbuat kesalahan, orang tua tidak lantas harus menghukumnya, biarkan anak melakukan kesalahan agar dia mampu belajar dari kesalahan, kedepannya anak tidak mengulanginya lagi.

Sebaliknya, ketika anak berhasil berbuat baik, mendapat prestasi dan tercapainya suatu tujuan, orang tua dapat memberikan apresiasi atau penghargaan sehingga membuat anak menjadi lebih bersemangat.

Berikut tips mendidik mendisiplinkan anak :

  1. Memberikan Contoh Yang Baik

Orang tua jangan lagi bertanya siapakah contoh yang  terbaik untuk anak, jawabannya jelas orangtua. Sudah semestinya orang tua menjadi teladan yang baik, jangan berharap mereka akan berbuat baik ketika orangtua memberikan contoh yang sebaliknya.

  1. Membangun Koneksi

Untuk mendapatkan kerjasama Anak-anak, jangan hanya seorang anak saja yang harus menjalaninya, ajaklah si Kakak, atau anggota keluarga lainnya yang berada di rumah untuk menerapkan latihan disiplin sebagai budaya di rumah. Tentu anak tidak ingin mendengarkan orang asing yang menyuruh mereka melakukan sesuatu. Jika anak mengalami masa sulit dengan perilaku, cobalah untuk membangun sedikit tambahan waktu untuk saling terhubung, 15 menit sehari dengan waktu khusus berdua saja dengan anak akan  dapat membuat koneksi anak dan orangtua lebih kuat dari sebelumnya.

  1. Bersikap Tegas Tapi Penuh Cinta

Tidak sedikit orangtua yang berusaha mendisiplinkan anaknya dengan cara yang sebenarnya keliru. Bentuk-bentuk pengasuhan positif terutama adalah dalam nada suara, hindari nada suara tinggi terhadap anak. Orang tua bisa bersikap tegas kepada anak namun tetap penuh rasa mencintai. Berbagai bentuk rasa pengabaian akan menunjukkan rasa tidak suka pada anak, orangtua justru harus khawatir sebab cara seperti ini bisa berakibat buruk bagi perkembangan harga diri dan pembentukan rasa anak akan pemenuhan kasih sayang.

  1. Hindari Hukuman Fisik

Cara mendidik kedisiplinan anak menggunakan hukuman fisik,  cara ini malah akan membuat anak semakin agresif nantinya. Bahkan, bisa tumbuh menjadi pribadi yang pendendam. Orangtua sebaiknya tidak menggunakan kekerasan seperti memukul, menampar, mencubit, menggucangkan badan, dan lain-lain untuk mendisiplinkan anak, menyerang atau menyakiti perasaannya pun mesti dihindari. Hal ini bisa menimbulkan masalah baru bagi psikologisnya anak.

  1. Beri Penjelasan

Bila anak melanggar aturan, ambilah sikap tegas dan konsisten sesuai dengan hukuman yang sudah disepakati, jelaskan pula aturan yang sudah mereka langgar, apa konsekuensinya, dan mengapa hal tersebut dianggap salah. Dengan begitu anak bisa memahami kesalahannya agar tidak mengulanginya lagi.

  1. Beri Apresiasi

Jika anak melakukan perilaku yang diharapkan, berilah apresiasi, cara ini bisa menyadari bahwa apresiasi tersebut adalah hasil dari perbuatannya. Dalam memberikan apresiasi orang tua pun harus bijaksana. Jangan berlebihan memberikan apresiasi agar anak tidak melakukan perbuatan baik dan terpuji demi mendapatkan apresiasi dari orangtua.

Breaking News