oleh

Virus Corona Menghebohkan di Awal Tahun 2020

JAKARTA, BERITA INDONESIA – Virus Corona, penyakit yang biasanya menyerang paru-paru ini menjadi viral sejak awal Januari 2020, dan menyebar di wilayah Wuhan ibu kota provinsi Hubei Cina Tengah, China. Sejauh ini ada 59 laporan kasus, dengan tujuh penderita dalam kondisi serius.

Virus Corona bukan hanya menjangkit di China, virus itu pun mulai menyebar ke wilayah Hong Kong. Kementerian kesehatan setempat mengatakan sudah ada 30 orang yang dirawat di Rumah Sakit (RS) setelah kembali dari kota Wuhan.

Penyebaran virus corona jenis baru meluas hingga memasuki kawasan Asia Tenggara, hingga saat ini telah ditemukan 224 kasus dengan empat kasus kematian. Termasuk Singapura, Singapura memastikan ada satu orang yang positif terkena. Virus corona juga menyebar di Thailand (dua kasus), Jepang (satu kasus), Korea Selatan (satu kasus).

Di Indonesia, seperti diberitakan sebelumnya pekerja Huawei di Gedung BRI 2 diisukan terjangkit virus corona, Setelah diperiksa dan dibawa ke RS Siloam Semanggi ternyata hasil diagnosisnya adalah radang tenggorokan biasa.

Mendengar kabar tersebut menteri kesehatan Terawan Agus Putranto langsung mengunjungi lokasi, Terawan menegaskan kepada wartawan, bahwa informasi tersebut tidak benar.

“Saya ke sini sengaja mengecek di lapangan apa yang terjadi. Ternyata tidak terjadi apa-apa dan dipastikan dia hanya sakit radang tenggorokan biasa,” kata Terawan di Gedung BRI 2, Jakarta (Kamis (23/01).

Menteri Kesehatan mengimbau masyarakat agar tidak panik karena virus corona jenis baru itu dipastikan belum menyebar ke Indonesia. ”Warga tak perlu panik, tetapi mesti waspada,” ujar Menkes.

Kabar berikutnya, Seorang Pasien di RS Penyakit Infeksi Sulianti Saroso, diduga terinfeksi Virus Corona, pasien berinisial R (35) ini memiliki riwayat perjalanan dari China, saat ini sedang menjalani perawatan dan sudah menjalani test laboratorium, jika hasilnya menunjukkan positif, baru disebut ada penularan, kemungkinan baru suspect (dicurigai) sehingga masih harus diawasi secara intensif.

Sementara itu, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes Siswanto mengatakan, pemeriksaan laboratorium pada kultur dahak pasien dicocokkan dengan genom virus korona baru (2019-nCoV) di portal Global Initiative on Sharing All Influenza Data. Hasilnya keluar setelah dua hari.

Dalam keterangannya Dinas Kesehatan DKI Jakarta, sesuai perkembangan kasusnya, penyakit ini dapat menular antar manusia secara terbatas dan belum ada vaksin yang dapat mencegah penyakit tersebut, Kamis (23/01)..

Kendati sampai tanggal 22 Januari 2020 belum ditemukan penderita Pneumonia akibat virus baru Novel Coronavirus (nCoV) di DKI Jakarta, upaya kewaspadaan dini telah dilaksanakan oleh jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Adapun bentuk kerja sama tersebut, antara lain:
1. Mengaktifkan thermal scanner di pintu masuk negara yakni bandara dan pelabuhan;
2. Membuat surat edaran kewaspadaan terhadap pneumonia Novel Coronavirus kepada Rumah Sakit, Puskesmas dan Klinik untuk meningkatkan kewaspadaan, menyiapkan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai standar, meningkatkan kompetensi petugas kesehatan dan mengatur alur rujukan pasien terduga pneumonia akibat Novel Coronavirus;
3. Memberikan edukasi kepada masyarakat terkait Novel Coronavirus melalui media elektronik dan media sosial.

Tindakan kewaspadaan dan pencegahan terhadap virus corona yang dapat dilakukan masyarakat untuk menghindari penularan pneumonia akibat Novel Coronavirus, yaitu:
1. Untuk masyarakat yang mengalami gejala demam, batuk, sesak nafas dan baru kembali dari negara terjangkit dalam 14 hari sebelum sakit, agar segera berobat ke Puskesmas/RS terdekat. Berikan informasi kepada dokter dan tenaga kesehatan tentang riwayat perjalanan;
2. Terapkan etika batuk (menutup mulut/hidung saat bersin atau batuk dengan menggunakan tisu);
3. Gunakan masker jika menderita sakit dengan gejala infeksi saluran napas (demam, batuk dan flu) dan segera berobat;
4. Sering mencuci tangan terutama setelah batuk atau bersin, sebelum dan sesudah menyiapkan makanan, sebelum makan, setelah menggunakan toilet, setelah merawat binatang;
5. Cuci tangan dengan air mengalir dan sabun serta bilas kurang lebih 20 detik. Jika tidak tersedia air, dapat menggunakan cairan pembersih tangan yang mengandung alkohol 70-80 persen;
6. Jika sedang sakit, kurangi aktivitas di luar rumah dan batasi kontak dengan orang lain agar tidak tertular atau menularkan virus corona yang menimbulkan gejala mirip pneumonia.
7. Jika sedang sakit, kurangi aktivitas di luar rumah dan batasi kontak dengan orang lain.

 

 

 

Editor : Irawan

Breaking News