oleh

Walikota Bogor Bima Arya, Positif Corona

-Berita, Nasional-121 views

BOGOR, BERITA INDONESIA – Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto dikonfirmasi terjangkit virus corona (Covid-19). Kabar tersebut disampaikan oleh Bima Arya sendiri pada akun instagramnya, Jumat (20/03/2020).

Sebelumnya Bima Arya mengunggah video di akun Instagramnya, dirinya menjelaskan peta penyebaran virus corona melalui situs www.covid19.kotabogor.go.id.

“Peta Digital Covid-19
Warga Bogor yang saya cintai, perkembangan sebaran Covid 19 bisa diakses di situs resmi iniĀ www.covid19.kotabogor.go.id. Data ini akan diperbaharui setiap hari. Ini untuk membuat kita semua waspada. Mari kita Jaga-jaga dan Jaga Jarak. Hindari keluar rumah apabila tidak ada kebutuhan mendesak. Salam,” tulis Bima menyertai video yang diunggah, dikutip Warta Kota pada Jumat (20/3/2020) pagi

Kabar tersebut dibenarkan oleh Wakil Wali kota Bogor Dedie A Rachim, Jumat (20/3/2020). Kabar mengenai Bima Arya positif terjangkit virus corona tak lama setelah dirinya kembali dari kunjungan kerja dari Turki beberapa waktu lalu.

Setelah menjalani tes virus corona pada Selasa (17/3/2020). “Hasil tes menunjukkan bahwa Wali Kota Bogor dinyatakan positif virus corona. Walau mengalami gejala ringan,” kata Dedie.

Selain Bima Arya, ada tiga warga Kota Bogor, dinyatakan positif Corona (COVID-19). Berdasarkan kejadian tersebut, Pemerintah Kota Bogor mengumumkan status Kejadian Luar Biasa (KLB).

“Dengan adanya 3 kasus positif ini, maka Kota Bogor memberlakukan status Kejadian Luar Biasa (KLB),” ujar Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Dr Sri Nowo Retno kepada wartawan, Jumat (20/3/2020).

Hasil test dari Labkesda Provinsi Jawa Barat menunjukkan 3 pasien yang terkonfirmasi positif mengidap virus Corona (Covid-19) yaitu 1 Wali Kota Bogor, 1 Pejabat Pemerintah Kota Bogor dan 1 pasien PDP, ketiganya saat ini dirawat di RSUD Kota Bogor.

Dari hasil penelusuran orang-orang yang melakukan kontak dengan Wali Kota Bogor pada beberapa kegiatan sebelumnya :

  1. Acara Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat(GPIB) 26 Februari : Keadaan panitia GPIB dalam keadaan sehat
  2. Acara Road to Bina Husada Mandiri (BHM) di Sukabumi 6-7 Maret : Wali Kota Sukabumi dan semua tim lari di Sukabumi dan BHM dalam keadaan sehat
  3. Kunjungan ke Turki: Sampai tadi malam (19/3) sebagian menyatakan keadaan sehat, hari ini (20/3) akan dipastikan lebih lanjut
  4. Kunjungan Azerbaijan: Sedang dalam penelusuran akan di update info selanjutnya oleh Pemkot

“Semua yang terdata dalam pemantauan Dinkes Kota Bogor, saat ini sudah menjalani self isolation di rumah masing-masing. Test Covid-19 sendiri akan dilakukan sesuai indikasi yang ada,” jelas Dr Sri Nowo Retno.

Selain itu untuk menyikapi keterbatasan kit untuk tes Covid-19, yaitu VTM, Dinkes Kota Bogor terus mengupayakan pengiriman dari laboratorium Kemenkes dan Labkesda Provinsi Jawa Barat. Sampai dengan saat ini, untuk tes virus Corona dilakukan sesuai indikasi dan belum bisa dilakukan secara mandiri.

“Untuk langkah selanjutnya, Dinas Kesehatan Kota Bogor akan fokus pada penyiapan pelayanan kesehatan untuk mengantisipasi kenaikan kasus. RSUD Kota Bogor sudah ditetapkan sebagai RS Rujukan virus Covid-19 sesuai dengan Keputusan Gubernur Jawa Barat tanggal 17 Maret 2020,” tuturnya.

Pemerintah Kota Bogor terus mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat, agar tetap tinggal di rumah dan menjaga kesehatannya masing-masing. Pembatasan akan dilakukan untuk pasien-pasien yang berobat ke fasilitas kesehatan juga pengantarnya. Diimbau pula agar yang datang ke fasilitas kesehatan, hanya yang betul-betul dalam keadaan darurat.

Untuk memutus rantai penyebaran virus corona saat ini mari fokus pada kewaspadaan tinggi. Jika saat ini anda merasa beresiko untuk tertular, lakukanlah isolasi diri. Fokus pada peningkatan daya tahan tubuh, karena itulah hal yang sangat penting untuk saat ini.

Informasi perkembangan kasus virus Corona (Covid-19) di Kota Bogor sampai, Jumat (20/03/20) :
-Terkonfirmasi positif: 3 orang
-Dalam perawatan di RSUD Kota Bogor: 3 orang
-Pasien Dalam Pengawasan (PDP) : lalu 6 orang, sekarang 5 orang. 1 PDP positif, sehingga sekarang statusnya berpindah menjadi terkonfirmasi positif
-PDP dalam perawatan : 5 orang
-Orang Dalam Pemantauan (ODP): 109 orang
-Dalam pemantauan : 88 orang
-Kasus selesai : 21 orang

Breaking News